Tentang Pengaruh cahaya
Terhadap pertumbuhan kacang hijau
D
I
S
U
S
U
N
Oleh :
DESI SAPITRI
SARPENA
INDRI WAHYUNI
ALDI AIDILLA
IHZA CHABIB
IQBAL TAWAKAL
SATRIA
SMA NEGERI 3 PANGKALPINANG
TAHUN AJARAN 2015/2016
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pertumbuhan adalah aktifitas kehidupan yang tidak dapat dipisahkan, karena
prosesnya berjalan bersamaan. Pertumbuhan diartikan sebagai suatu proses
pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible, atau tidak
dapat kembali ke bentuk semula. Perkecambahan diawali dengan penyerapan air
dari lingkungan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun
media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang
disebut tahap imbibisi. Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya, baik
dari tanah maupun dari udara (dalam bentuk uap air ataupun embun). Efek yang
terjadi membesarnya ukuran biji karena sel-sel embrio membesar dan biji yang
melunak. Proses pertumbuhan pada tumbuhan yang sangat penting adalah adanya
proses fotosintesis yang memerlukan sinar matahari. Sinar matahari memang
berguna bagi fotosintesis pada tumbuhan, namun efek lain dari sinar matahari
ini adalah menekan pertumbuhan sel tumbuhan. Hal ini menyebabkan tumbuhan yang
diterkena cahaya matahari akan lebih pendek dari pada tumbuhan yang tumbuh di
tempat gelap.Peristiwa ini disebut dengan etiolasi.Dampak tanaman akibat
etiolasi adalah tanaman tidak dapat melakukan proses fotosintesis. Padahal
proses fotosintesis bertujuan untuk menghasilkan karbohidrat yang berperan
penting dalam pembentukan klorofil. Karena karbohidrat tidak terbentuk, daun
pun tanpa klorofil sehingga daun tidak berwarna hijau, melainkan kuning
pucat.Kondisi gelap juga memacu produksi hormon auksin. Auksin adalah hormon
tumbuh yang banyak ditemukan di sel-sel meristem, seperti ujung akar dan ujung
batang. Oleh karena itu tanaman akan lebih cepat tumbuh dan panen. Produksi
auksin terhambat pada tanaman yang sering terkena sinar matahari.
1.2 Tujuan Penelitian
Mengamati
dan pelajari pertumbuhan pada biji kacang hijau berdasarkan factor intensitas
cahaya yang berdeda
1.3 Rumusan Masalah
1. Apakah cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan kecambah ?
2. Mana yang lebih cepat tumbuh atau lebih cepat tinggi kecambah di tempat
terang
dalam ruangan atau tempat gelap ?
1.4 Manfaat
Penelitian
Manfaat dari penelitian ini antara lain dapat mengetahui efek dari sinar
matahari terhadap tumbuhan, baik efek positif maupun negatif, dan mengetahui
kondisi yang diperlukan untuk perkecambahan biji kacang hijau serta mengetahui
factor yang mempengaruhi biji kacang hijau tersebut untuk berkecambah.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kajian Teori
Pertumbuhan pada tanaman terbagi dalam beberapa tahapan, yaitu
perkecambahan yang diikuti dengan pertumbuhan primer dan sekunder.
A. Perkecambahan
Awal
perkecambahan dimulai dengan berakhirnya masa dormansi(tidur). Perkecambahan terjadi
karena pertumbuhan radikula (calon batang). Radikula tumbuh ke bawah menjadi
akar sedangkan plumula tumbuh ke atas menjadi batang.
Perkecambahan
ditandai dengan munculnya kecambah, yaitu tumbuhan kecil dan masih hidup dari
persediaan makanan yang berada dalam biji. Ada empat bagian penting pada biji yangt
berkecambah, yaitu batang lembaga (kaulikulus), akar embrionik (akar lembaga),
kotiledon (daun lembaga), dan pucuk lembaga (plumula). Kotiledon merupakan
cadangan makanan pada kecambah karena pada saat perkecambahan, tumbuhan belum
bisa melakukan fotosintesis.
Perkecambahan biji ada dua macam yaitu perkecambahan epigeal adalah
perkecambahan yang mengakibatkan kotiledon terangkat ke atas tanah, misalnya
pada perkecambahan kacang hijau (Phaseolus radiatus) dan kacang tanah (Arachis
hypogaea). Sedangkan perkecambahan hipogeal adalah perkecambahan yang mengakibatkan
kotiledon tetap tertanam di dalam tanah, misalnya pada perkecambahan kacang
kapri (Pisum sativum), jagung (Zea mays), dan padi (Oryza
sativa).
B. Pertumbuhan primer
Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang disebabkan oleh kegiatan
titik tumbuh primer. Pertumbuhan primer pada tumbuhan hanya terjadi pada bagian
tertentu saja yaitu pada bagian yang aktif membelah dan tumbuh. Bagian tersebut
disebut jaringan meristem. Pada jaringan meristem terdapat bagian titik tumbuh
akar dan titik tumbuh batang yang telah mulai terbentuk sejak tumbuhan masih
berupa embrio.
C. Pertumbuhan Sekunder.
Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang disebabkan oleh kegiatan
cambium yang bersifat meristematik. Pertumbuhan sekunder menyebabkan diameter
batang bertambah besar. Pertumbuhan sekunder hanya terjadi pada dikotil dan
gymnospermae.
2.2 Hipotesa
Perkecambahan pada biji kacang hijau yang diletakkan di tempat gelap akan
mengalami kelajuan pertumbuhan yang tinggi dibandingkan perkecambahan kacang
hijau yang diletakkan di dalam ruangan dan di tempat yang terang. Hal ini
disebabkan adanya pengaruh hormon auksin yang dipengaruhi oleh cahaya matahari.
BAB III
METODE PENELITIAN
1. VARIABLE
-
Variabel Kontrol : gelas plastic, kapas, air, biji kacang hijau, suhu,jenis
tanaman,jenis media tanam
-
Variabel Bebas :
intensitas cahaya matahari
-
Variabel Terikat : pertumbuhan pada biji kacang hijau
2. RANCANGAN PENELITIAN
1. 3 buah gelas plastik
2. 30 biji kacang hijau
3. polibek
4. Mistar dan Alat Tulis
5. Air secukupnya
6. Tanah humus
Cara Kerja
1. Pilihlah 30 biji kacang hijau yang memiliki ukuran yang sama, untuk ditempatkan pada 3
gelas plastic.
2. Berilah label atau tanda pada
ke 3 gelas plastic tersebut, masing-masing gelas plastik A (di tempat terang),
gelas plastik B (dalam ruangan) dan gelas plastic C (di tempat gelap).
3. Ambillah sejumlah kacang hijau dan bagi menjadi 3 bagian yang sama, dan
tempatkan dalam 3 gelas plastic yang telah disediakan
4. Letakkan masing-masing gelas plastic di tempatnya masing-masing yang telah
di tentukan sesuai label/tanda.
5. Jika biji telah tumbuh,
ukurlah panjang batang (tinggi kecambah) dari ke-3 tumbuhan biji kacang hijau
di gelas plastik tersebut.
6. Amatilah pertumbuhan yang
terjadi, dan catatlah pertumbuhan kecambah pada interval waktu selama 7 hari.
7. Buatlah kesimpulan tentang
pertumbuhan kecambah pada tempat yang berbeda intensitas cahayanya.
3. DATA HASIL PERCOBAAN
-
Gelas plastic A “Terang”
|
Hari ke-
|
Perubahan Kuantitatif
|
Perubahan Kualitatif
|
|||
|
Panjang Batang
(rata-rata)
|
Panjang Daun
(rata-rata)
|
Jml. Yg tumbuh
= 7 biji
|
Tum. Tunas
|
Warna daun
|
|
|
1
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
2
|
1cm
|
-
|
1
|
ü
|
-
|
|
3
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
4
|
1,5cm
|
0,5 cm
|
2
|
ü
|
Hijau
|
|
5
|
2,7 cm
|
0,5 cm
|
3
|
ü
|
Hijau
|
|
6
|
2 cm
|
0,9 cm
|
4
|
ü
|
Hijau
|
|
7
|
6,5 cm
|
2,5 cm
|
2
|
ü
|
Hijau
|
-
Gelas plastic B “Kurang cahaya”
|
Hari ke-
|
Perubahan Kuantitatif
|
Perubahan Kualitatif
|
|||
|
Panjang Batang
(rata-rata)
|
Panjang Daun
(rata-rata)
|
Jml. Yg tumbuh
= 7 biji
|
Tum. Tunas
|
Warna daun
|
|
|
1
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
2
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
3
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
4
|
1 cm
|
-
|
1
|
ü
|
-
|
|
5
|
1,7 cm
|
-
|
1
|
ü
|
-
|
|
6
|
4,8 cm
|
-
|
1
|
ü
|
-
|
|
7
|
7 cm
|
-
|
1
|
ü
|
-
|
-
Gelas plastic C “tempat Gelap”
|
Hari ke-
|
Perubahan Kuantitatif
|
Perubahan Kualitatif
|
|||
|
Panjang Batang
(rata-rata)
|
Panjang Daun
(rata-rata)
|
Jml. Yg tumbuh
= 7 bijji
|
Tum. Tunas
|
Warna daun
|
|
|
1
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
2
|
1 cm
|
-
|
2
|
ü
|
-
|
|
3
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
4
|
2,5 cm
|
-
|
6
|
ü
|
-
|
|
5
|
1,9 cm
|
0,5 cm
|
5 (mati satu)
|
ü
|
Kuning
|
|
6
|
3,74 cm
|
1 cm
|
5
|
ü
|
Kuning
|
|
7
|
4,5
|
1,5 cm
|
5
|
ü
|
Kuning
|
4. PEMECAHAN MASALAH
v PERTANYAAN
1. Apakah cahaya berpengaruh
terhadap pertumbuhan kecambah ?
2. Mana yang lebih cepat tumbuh
atau lebih cepat tinggi kecambah di tempat terang, dalam ruangan atau tempat
gelap ?
v JAWABAN
1. Ya! Sangat berpengaruh karena
tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk tumbuh. Banyaknya cahaya yang
diperlukan setiap tanaman tidak selalu sama. Umumnya cahaya menghambat
pertumbuhan meninggi dan merangsang pembungaan.
2. Kecambah yang berada di tempat
gelap atau yang kita beri tanda/label C ternyata tumbuh lebih cepat, tetapi
daunnya kecil tipis, warnanya kekuningan, batangnya lemah dan airnya tidak
banyak. kecambah yang tumbuh di tempat gelap lebih cepat tumbuh tinggi dari
pada kecambah yang tumbuh di dalam ruangan dan di tempat terang karena cahaya
dapat menguraikan hormon auksin yang dapat menghambat pertumbuhan.
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dari Pengamatan pertumbuhan biji kacang hijau yang telah kelompok kami
lakukan, kami mengambil keputusan bahwa pada dasarnya tumbuhan membutuhkan
cahaya. Banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan tiap tumbuhan berbeda-beda.
Dari percobaan yang telah kami lakukan terhadap pertumbuhan biji kacang hijau
ini yang ditambah air dalam kapas yang ukurannya sama tetapi dengan intensitas
cahaya yang berbeda ( A = ditempat terang, B = dalam ruangan, C = ditempat
gelap) , kita dapat mengambil kesimpulan bahwa hipotesis yang kita perkirakan
telah benar.
Tumbuhan yang berada pada tempat gelap akan lebih cepat tinggi (etiolasi)
daripada tumbuhan yang berada di tempat terang/bercahaya. Atau dapat dikatakan
bahwa cahaya memperlambat/menghambat pertumbuhan meninggi (primer). Hal
tersebut dapat terjadi karena cahaya dapat menguraikan auksin.
B. SARAN
Dalam melakukan pengamatan ini masih terdapat banyak kekurangan baik dalam
pengukuran maupun dalam penganalisaan. Saran kami Sebelum penanaman , terlebih
dahulu dilakukan perendaman untuk memecah dormansi biji itu sendiri. Di muka
bumi ini tumbuhan adalah sumber makanan , marilah kita menjaga kelestarian
tanaman karena kita menyadari bahwa tanpa tanaman atau tumbuhan kita tidak akan
ada di muka bumi ini. Dan semoga dengan adanya makalah yang kami buat yang
berjudul “Pengaruh Cahaya Matahari Terhadap Pertumbuhan Biji Kacang Hijau “ dapat bermanfaat bagi
para pembaca.
LAMPIRAN
TERANG







KURANG CAHAYA







GELAP






